Ariana Grande dan Cynthia Erivo menghadapi kekecewaan besar saat nominasi Oscar 2026 diumumkan pada 22 Januari 2026. Meski Wicked: For Good menuai pujian awal, film ini gagal meraih satu pun nominasi, termasuk kategori akting untuk kedua bintang utamanya. Pengakuan seorang juri Oscar yang sengaja melewatkan nama mereka memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar dan industri film. Kontroversi ini menyoroti bagaimana faktor di luar performa, seperti kampanye promosi, bisa memengaruhi penilaian Academy. Artikel ini menggali akar masalahnya, mulai dari latar belakang hingga dampaknya, untuk memahami mengapa snub Oscar Wicked 2026 menjadi topik hangat. Anda akan menemukan analisis mendalam berdasarkan sumber terpercaya, yang membantu menjawab rasa penasaran atas keputusan ini.
Latar Belakang Film Wicked dan Antusiasme Awal
Film Wicked berbasis musikal Broadway populer yang mengadaptasi novel Gregory Maguire. Bagian pertama, dirilis November 2024, sukses besar dengan meraup lebih dari $600 juta di box office global. Cynthia Erivo memerankan Elphaba, penyihir hijau yang kompleks, sementara Ariana Grande sebagai Glinda, penyihir baik yang ceria. Kolaborasi mereka menciptakan chemistry kuat, yang mendapat pujian dari kritikus.
Pada Oscar 2025, Wicked bagian pertama meraih 10 nominasi, termasuk Best Picture, dan memenangkan dua penghargaan teknis. Hal ini membangun ekspektasi tinggi untuk sekuelnya, Wicked: For Good, yang rilis November 2025. Sutradara Jon M. Chu kembali menggarapnya, dengan tambahan lagu original yang diharapkan bersaing di kategori Best Original Song. Namun, realitas berubah drastis saat nominasi 2026 keluar tanpa nama Wicked sama sekali.
Produksi sekuel ini melibatkan elemen visual canggih, seperti efek spesial yang lebih ambisius. Grande dan Erivo juga aktif dalam promosi, sering tampil bersama di acara awards season. Sayangnya, faktor eksternal mulai membayangi prestasi artistik mereka.
Pengumuman Nominasi Oscar 2026: Kejutan Besar bagi Wicked
Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengumumkan nominasi Oscar 2026 pada 22 Januari, dengan upacara penganugerahan dijadwalkan 8 Maret 2026. Daftar itu dipenuhi film seperti Marty Supreme dan Sinners, tapi Wicked: For Good absen total. Grande gagal masuk Best Supporting Actress, meski sebelumnya dinominasikan di Golden Globes dan Critics’ Choice Awards.
Erivo, yang diharapkan bersaing di Best Actress, juga terlewat. Bahkan kategori teknis seperti Visual Effects atau Costume Design, yang kuat di bagian pertama, tidak menyertakan sekuel ini. Snub ini mengejutkan karena Wicked bagian pertama sukses, dan sekuelnya mendapat rating tinggi di Rotten Tomatoes sekitar 85%.
Data dari Box Office Mojo menunjukkan Wicked: For Good meraup $450 juta dalam dua bulan pertama, meski kurang dari pendahulunya. Kritikus memuji performa vokal Grande dan Erivo, tapi beberapa menyebut narasi sekuel kurang inovatif. Meski begitu, banyak yang mengira faktor non-sinematik ikut bermain.
Pengakuan Juri Oscar: Sengaja Melewatkan Nominasi
Seorang juri anonim dari cabang akting Academy mengungkapkan kepada News Nation bahwa ia sengaja tidak memilih Grande dan Erivo. Ia menggambarkan press tour mereka sebagai “creepy” dan membuat banyak orang tidak nyaman. Juri ini bilang, keduanya “sucked the air out of any red carpet,” menyiratkan kehadiran mereka terlalu dominan.
Pengakuan serupa muncul dari sumber lain. Seorang voter lain kepada New York Post menyebut chemistry mereka di layar kuat, tapi film secara keseluruhan tidak menonjol. Ia menambahkan, sikap Erivo yang protektif terhadap Grande selama wawancara dianggap berlebihan. Ini bukan pertama kalinya voter anonim bicara; tradisi ini sering mengungkap bias internal Academy.
Proses nominasi Oscar melibatkan ribuan anggota yang voting secara rahasia. Untuk kategori akting, voter dari cabang aktor memilih nominasi. Pengakuan ini menimbulkan pertanyaan tentang objektivitas, karena faktor pribadi seharusnya tidak memengaruhi.
Dampak Press Tour terhadap Persepsi Voter
Press tour Wicked: For Good menjadi sorotan utama kontroversi. Grande dan Erivo sering tampil saling memuji, memegang tangan, dan berbagi momen emosional di acara seperti Golden Globes. Meski fans menyukainya, beberapa voter merasa itu “overly affectionate” dan menciptakan viral moments yang melelahkan.
Contohnya, wawancara di mana Erivo menyebut Grande sebagai “sister soul” dianggap terlalu intens. Seorang voter kepada Eurweb bilang, “No one wanted to go through that again,” merujuk pada dominasi mereka di red carpet. Ini kontras dengan press tour bagian pertama, yang lebih fokus pada cerita.
Dalam industri, kampanye awards season krusial. Film seperti Oppenheimer sukses karena strategi promosi halus. Wicked mungkin terlalu agresif, membuat voter muak. Analis dari Variety mencatat, snub ini mirip kasus film populer lain yang gagal karena overhype.
Reaksi Fan dan Industri terhadap Snub Ini
Penggemar langsung bereaksi di media sosial. Di X (Twitter), hashtag #WickedSnub trending, dengan ribuan post menuduh Academy bias. Seorang fan tulis, “Ariana dan Cynthia robbed! Mereka layak Oscar.” Reaksi mirip di Instagram, di mana posting CNN Indonesia tentang pengakuan juri mendapat komentar marah.
Industri juga bicara. Sutradara Jon M. Chu menyatakan kekecewaan tapi bangga atas kerja tim. Beberapa kritikus seperti dari People.com sebut snub ini “shockingly,” mengingat nominasi sebelumnya. Namun, ada yang setuju dengan voter, bilang film sekuel kurang inovatif dibanding original.
Reaksi global termasuk di Indonesia, di mana Medcom.id laporkan alasan juri. Fans lokal ramai bahas di forum, menyoroti bagaimana bias subyektif merusak penghargaan bergengsi.
Analisis Mendalam: Apakah Snub Oscar Wicked 2026 Adil?
Menilai keadilan snub ini butuh melihat konteks luas. Pertama, performa akting: Grande evolusi dari penyanyi pop ke aktris serius, dengan vokal kuat di lagu-lagu ikonik. Erivo, pemenang Tony, bawa kedalaman emosional ke Elphaba. Kritikus dari Gulf News sebut snub ini mungkin karena press tour membayangi performa.
Kedua, bias Academy: Sejarah menunjukkan film musikal sering diabaikan jika dianggap terlalu komersial. Contoh, La La Land menang banyak, tapi beberapa musikal lain gagal. Di sini, faktor pribadi voter tampak dominan, yang menimbulkan kritik atas transparansi.
Ketiga, dampak jangka panjang: Snub bisa memengaruhi karir. Grande mungkin fokus musik, sementara Erivo lanjut proyek drama. Bagi Wicked franchise, ini pukulan, tapi box office tetap kuat. Analis prediksi, kontroversi justru tingkatkan minat streaming.
Akhirnya, snub ini ingatkan bahwa Oscar bukan ukuran mutlak kualitas. Banyak film hebat seperti The Shawshank Redemption awalnya diabaikan tapi jadi klasik.
Pelajaran dari Kontroversi Ini untuk Industri Film
Kontroversi snub Oscar Wicked 2026 ajarkan pentingnya keseimbangan promosi. Kampanye berlebihan bisa balik menyerang, meski niat baik. Voter manusiawi, rentan bias emosional. Academy mungkin perlu reformasi untuk kurangi faktor subyektif.
Bagi fans, ini kesempatan apresiasi karya tanpa penghargaan. Wicked tetap inspiratif, promosikan tema persahabatan dan penerimaan diri.
Kesimpulan: Masa Depan Ariana Grande dan Cynthia Erivo Pasca Snub
Snub Oscar 2026 untuk Ariana Grande dan Cynthia Erivo di Wicked menyoroti kompleksitas penghargaan film. Meski juri akui sengaja melewatkan karena press tour “creepy,” performa mereka tetap diakui di awards lain. Kontroversi ini dorong diskusi tentang objektivitas Academy. Bagi keduanya, ini bukan akhir; Grande rilis album baru, Erivo punya proyek mendatang. Jika Anda penggemar, tonton ulang Wicked untuk apresiasi langsung. Bagikan pendapat Anda di komentar—apakah snub ini adil?
