Pernah nggak sih kamu bingung pas beli telur di pasar? Di sana telur dibiarkan begitu saja di suhu ruang, tapi begitu masuk supermarket modern, eh telurnya malah disimpan di rak kulkas. Mana yang benar dong? Simpan telur di kulkas atau suhu ruang?

Perdebatan ini sebenarnya sudah lama banget ada di rumah tangga Indonesia. Banyak yang bilang telur nggak perlu masuk kulkas karena di pasar aja aman-aman saja. Tapi, apakah itu benar-benar terbaik buat kesehatan dan kesegaran telur?

Baru-baru ini, perdebatan ini makin panas setelah ada pendapat langsung dari ahli. Prof. Dr. Ir. Niken Ulupi, MS., Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, angkat bicara soal ini. Menurut beliau, telur sebaiknya disimpan di kulkas. Wah, mengejutkan nggak sih buat yang selama ini biasa naruh telur di meja dapur?

Di artikel ini, kita bakal bahas lengkap kenapa pendapat ini muncul, apa alasannya, plus tips praktis biar telur kamu awet dan aman dikonsumsi. Yuk, simak sampai habis!

Perdebatan Klasik: Kulkas vs Suhu Ruang

Hayo ngaku, kamu tim mana? Tim yang langsung masukin telur ke kulkas begitu pulang belanja, atau tim yang biarin aja di keranjang dekat kompor?

Di Indonesia, kebiasaan menyimpan telur di suhu ruang memang umum banget. Alasannya sederhana: telur di pasar tradisional nggak dikulkas, tapi tetap laku keras dan jarang ada keluhan. Lagipula, kalau masuk kulkas, katanya telur malah cepat basi karena kondensasi air atau perubahan suhu.

Tapi tunggu dulu. Kebiasaan ini sebenarnya dipengaruhi oleh cara produksi telur di negara kita. Telur ayam di Indonesia biasanya nggak dicuci secara industri seperti di Amerika Serikat. Jadi, ada lapisan alami di cangkang yang melindungi dari bakteri.

Meskipun begitu, bukan berarti suhu ruang selalu jadi pilihan terbaik. Apalagi kalau rumah kamu panas atau lembab. Nah, di sinilah pendapat ahli jadi penting.

Apa Kata Guru Besar IPB Soal Penyimpanan Telur?

Langsung ke intinya: menurut Prof. Niken Ulupi, telur ayam sebaiknya disimpan di dalam kulkas, bukan di luar.

Beliau menjelaskan bahwa suhu dingin di kulkas membantu memperlambat pertumbuhan bakteri berbahaya, seperti Salmonella yang sering jadi momok buat telur. Idealnya, simpan di suhu 4-14 derajat Celsius.

“Di kulkas, telur bisa bertahan hingga satu bulan tanpa penurunan kualitas yang signifikan,” kata Prof. Niken dalam wawancara baru-baru ini.

Ini bikin banyak orang kaget, karena selama ini kita terbiasa lihat telur nongkrong di suhu ruang. Tapi, pendapat ini bukan tanpa dasar. Prof. Niken adalah ahli di bidang peternakan, khususnya unggas, jadi rekomendasinya patut dipertimbangkan serius.

Kenapa Kulkas Lebih Aman dan Awet untuk Telur?

Oke, mari kita bedah alasannya satu per satu biar nggak bingung.

Memperlambat Pertumbuhan Bakteri

Cangkang telur memang punya lapisan pelindung alami yang disebut kutikula. Lapisan ini membantu mencegah bakteri masuk ke dalam telur.

Tapi, lapisan itu nggak 100% kebal. Di suhu ruang, apalagi kalau cuaca panas, bakteri bisa berkembang biak lebih cepat. Bayangin aja, telur seperti rumah kecil yang bisa jadi sarang bakteri kalau nggak dijaga suhunya.

Di kulkas, proses itu melambat drastis. Hasilnya? Telur lebih aman dikonsumsi, terutama kalau kamu suka makan telur setengah matang atau ceplok.

Telur Bisa Awet Sampai Satu Bulan

Ini poin favorit banyak ibu rumah tangga. Kalau disimpan di suhu ruang, telur biasanya hanya tahan 1-2 minggu saja, tergantung kondisi.

Tapi masuk kulkas? Bisa sampai 4-5 minggu masih oke. Cocok banget buat kamu yang belanja mingguan atau stok telur banyak pas harga lagi murah.

Yang penting, jangan sering keluar-masuk kulkas karena perubahan suhu ekstrem justru bisa bikin telur cepat rusak.

Menghindari Bau Menyengat

Pernah nggak telur kamu nyerap bau bawang atau ikan di sekitarnya? Di suhu ruang, ini lebih mudah terjadi karena pori-pori cangkang lebih aktif.

Di kulkas, asal disimpan di tempat netral dan tertutup, bau nggak gampang nyusup.

Kenapa di Indonesia Banyak yang Masih Simpan di Suhu Ruang?

Wajar sih kalau banyak yang masih ragu. Di negara seperti Inggris atau beberapa negara Eropa, telur memang sering disimpan di suhu ruang. Alasannya sama: telur nggak dicuci, jadi lapisan pelindungnya masih utuh.

Di Amerika beda lagi. Telur dicuci secara ketat untuk hilangkan kotoran, tapi ini juga menghilangkan kutikula. Makanya, mereka wajib simpan di kulkas biar nggak risiko Salmonella.

Di Indonesia, prosesnya mirip Eropa: telur jarang dicuci industri. Jadi, secara teori aman di suhu ruang. Tapi, Prof. Niken tetap menyarankan kulkas karena faktor keamanan ekstra, apalagi dengan iklim tropis kita yang panas dan lembab.

Intinya, suhu ruang boleh-boleh saja kalau telurnya baru dan segera dimakan. Tapi untuk stok lama, kulkas jauh lebih baik.

Tips Praktis Menyimpan Telur di Kulkas Biar Maksimal

Sudah yakin mau pindah tim kulkas? Ini tips dari ahli biar telur kamu awet dan tetap segar:

  • Simpan di rak tengah atau bawah, bukan di pintu kulkas. Pintu sering buka-tutup, suhunya nggak stabil.
  • Posisi tumpul di atas, runcing di bawah. Ini bikin kantung udara di bagian tumpul tetap di atas, sehingga kuning telur tetap di tengah dan lebih awet.
  • Jangan cuci telur dulu. Cuci hanya pas mau pakai, biar lapisan pelindung nggak hilang.
  • Pakai karton asli kalau bisa. Karton melindungi dari bau dan benturan.
  • Jauhkan dari bahan berbau kuat seperti bawang, ikan, atau durian.
  • Cek tanggal kadaluarsa kalau beli yang kemasan.
6 Sebab Bahaya Menyimpan Telur Dalam Kulkas!

Dengan tips ini, telur kamu bisa tahan lama tanpa khawatir basi mendadak.

Cara Cepat Cek Telur Masih Segar atau Sudah Busuk

Sebelum masak, selalu cek dulu ya. Ini cara mudah yang bisa dilakukan di rumah:

  1. Tes apung: Masukkan telur ke gelas berisi air. Kalau tenggelam horizontal = segar banget. Tenggelam miring = masih oke. Mengapung = sudah tua atau busuk, buang saja.
  2. Goyang telur: Dekatkan ke telinga, goyang pelan. Kalau nggak ada suara = segar. Kalau berisik seperti ada air bergoyang = sudah lama.
  3. Pecah dan lihat: Kuning telur bulat dan putihnya kental = segar. Kalau kuningnya gepeng dan putihnya encer = sudah tua.

Tes ini simpel tapi akurat banget, lho.

Mitos vs Fakta Seputar Penyimpanan Telur

Masih ada beberapa mitos yang beredar. Yuk kita bongkar:

  • Mitos: Telur di kulkas cepat basi karena embun. Fakta: Justru sebaliknya, suhu stabil di kulkas bikin awet. Embun bisa dihindari dengan nggak sering keluar-masuk.
  • Mitos: Telur nggak boleh dicuci sama sekali. Fakta: Boleh dicuci, tapi hanya sebelum langsung dimasak.
  • Mitos: Semua telur sama penyimpanannya. Fakta: Telur fertil (ada embrio) lebih sensitif dan harus dingin. Telur biasa lebih fleksibel.

Intinya, ikuti rekomendasi ahli biar aman.

Kesimpulan: Pilih Kulkas untuk Telur yang Lebih Aman

Setelah dengar pendapat Prof. Niken Ulupi dari IPB, jelas ya bahwa telur disimpan di kulkas atau suhu ruang, pilihan terbaik adalah kulkas. Bukan cuma soal awet, tapi juga keamanan dari bakteri.

Nggak perlu langsung buang kebiasaan lama, tapi coba deh mulai sekarang simpan di kulkas. Dijamin telur lebih tahan lama dan kamu lebih tenang saat masak untuk keluarga.

Kamu sendiri sekarang tim mana? Share di komentar ya pengalamanmu selama ini. Semoga artikel ini membantu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *